Warga Desa Argalingga temukan bangkai Cessna

Selasa, 29 Nov 2011 - 00:00 WIB
Enam orang enam orang warga Desa Argalingga mulai bergerak pada Minggu, 27 November untuk melakukan pencarian tahap kedua terhadap pesawat latih Cessna 172 PK-NIP yang hilang sejak Rabu 16 November lalu.

Upaya ini akhirnya tidak sia-sia. Mereka behasil menemukan bangkai pesawat dikawasan Kawah Burung, kaki gunung Ciremai, Desa Cikaracak, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka.

Mereka adalah Didi, Rudi, Nana, Ajat dan Toto. Dari pencarian tersebut, berhasil ditemukan beberapa serpihan diantaranya, benda menyerupai dynamo.

"Ditemukan di kawah burung, daerah Kecamatan Argapura. Kita temukan serpihan dengan panjang 41 cm, dan lebar 21 cm," ujar Kapolres Majalengka, AKBP Lena Suhayati, Majalengka, Jawa barat, Senin, 28 November 2011.

Keyakinan penemuan bangkai pesawat naas tersebut, semakin kuat setelah adanya kepastian dari pihak Nusa Flying International School. "kita sudah kirimkan nomor register dari serpihan ke pihak sekolah. Dan mereka mengaku bahwa itu memang benar," papar dia.

Dia menjelaskan, hingga sore hari kemarin, pihaknya belum bisa mengevakusai bangkai pesawat bersama tiga orang awak pesawat itu. Pihaknya baru akan melakukan evakuasi pada hari ini.

"Besok (hari ini) atau mungkin nanti (tadi) malam, kami akan kembali bergerak. Di lokasi juga ditemukan 1 sosok yang diduga salah satu dari korban," jelasnya.

Salah seorang kerabat penemu bangkai pesawat yang bernama Dadan mengatakan, bangkai pesawat baru  ditemukan pada Senin, 28 November kemarin, sekira pukul 09,00 WIB.

"Jam 08.00 tadi (kemarin) pagi, mereka mulai melakukan pencarian. Dan sekitar jam 09.00 WIB, salah seorang dari enam orang itu menemumkan serpihan pesawat," ucap Dadan.

Penemuan ini, setelah salah seorang memanjat salah satu pohon di lokasi. Dari atas pohon itu, terlihat serpihan yang menyerupai pesawat.

"Dan ternyata ketika disamperin, memang serpihan. Di lokasi juga ada beberapa pohon yang patah, yang diduga sempat tersambar oleh pesawat," ungkapnya.

Sementara itu, pada saat beredar kabar pesawat CessNA itu hilang pada 16 November lalu, sempat terdengar suara dentuman, setelah sebelumnya terdengar suara mesin pesawat.

"Warga di sini sempat bercanda ‘hebat euy, sekarang mah pesawat the pake knalpot racing. Tidak lama dari itu, terdengar suara dentuman hebat dan suara mesin pun menghilang,"tandasnya.

Pada saat kejadian, lanjutnya, cuaca di Desa Argalingga dalam keadaan gelap tertutup kabut. Sehinga, warga tidak berinisiatip untuk mencari tahu suara dentuman itu.

"Sebelumnya tidak pernah ada pesawat yang melintas di sini. Karena gelap oleh kabut, warga tidak ada yang melakukan pencarian," ungkap dia.

Sementara itu, warga yang berhasil menemukan bangkai pesawat itu belum bisa dimintai komentarnya. Sebab, mereka masih dalam keadaan lelah, setelah melakukan pencarain Selma 2 hari.

"Mereka mungkin kelelahan. Setelah bercerita ke Saya, mereka istirahat dulu. Jarak lokasi dari pemukiman sendiri, memerlukan waktu sekitar 5 jam," tutup Dadan.