Banjir & longsor ancam Jawa di awal 2012

Kamis, 17 Nov 2011 - 00:00 WIB
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis peluang bencana yang akan terjadi di Indonesia pada tahun 2012 mendatang. Setidaknya ratusan daerah di seluruh Indonesia yang memiliki risiko terkena bencana. Sebagian besar berada di wilayah Pulau Jawa.

Di Indonesia terdapat 172 kabupaten/kota yang berisiko tinggi dari bencana banjir, dan 118 kabupaten/kota berisiko sedang. Sedangkan risiko tinggi dari bencana longsor sebanyak 154 kabupaten/kota, dan 149 kabupaten/kota berisiko sedang.
 
"Ancaman banjir musim penghujan periode 2011-2012 sangat nyata. Analisis dari BMKG menunjukkan bahwa kondisi normal hingga La Nina lemah akan dominan sampai akhir tahun 2011," ucap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, dalam pesan singkat yang diterima Okezone, Rabu (16/11/2011).

Awal musim hujan 2011/2012 hingga Agustus 2012, kata Sutupo, sirkulasi monsoon di Indonesia umumnya masih dalam kisaran normal. "Saat ini meningkatnya suhu permukaan air laut di hampir sebagian besar perairan wilayah Indonesia menyebabkan pasokan uap air pembentuk awan berlimpah," tambahnya.
 
Akibatnya, lanjut Sutopo, terjadi hujan dengan intensitas tinggi di beberapa daerah telah terjadi banjir seperti di Pesisir Selatan, Pasaman, Jakarta, Kalimantan Selatan dan sebagainya.

Berdasarkan prakiraan potensi banjir dari BMKG, Kementerian Pekerjaan Umum dan Bakosurtanal hingga Januari 2012 mendatang terdapat 11 provinsi yang memiliki potensi tinggi banjir.

"Yaitu di 11 provinsi tersebut adalah NAD, Sumut, Sumbar, Kalbar, Sumsel, Banten, Jabar, DKI Jakarta, Jateng, DIY, dan Jatim. Sedangkan 16 provinsi yang diidentifikasi sebagai daerah longsor oleh Badan Geologi adalah NAD, Sumut, Sumbar, Bengkulu, Jambi, Sumsel, Jabar, Jateng, DIY, Jatim, Sumsel, Sumut, NTB, NTT, Papua Barat dan Papua," lanjutnya.

Kata Sutopo, Banjir dan longsor di Jawa tentu dapat menimbulkan korban dan kerugian yang besar. Sebab sebanyak 120-an juta jiwa tinggal di Jawa dan menempati daerah-daerah rawan bencana.

Berdasarkan prediksi banjir dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), sekira 98 kabupaten/kota di Jawa terjadi banjir pada Desember 2011 hingga Januari 2012. Banjir terjadi pada dataran banjir khususnya di daerah cekungan, bantaran sungai dan daerah yang secara alamiah sering terjadi banjir.

Bencana banjir terjadi hampir di setiap musim penghujan. Kejadian bencana banjir tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor alam berupa curah hujan yang di atas normal dan adanya pasang naik air laut.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada bulan lalu telah mengungkapkan, curah hujan tinggi akan terjadi pada Januari-Februari 2012. Awal musim hujan sendiri telah dimulai sejak Oktober lalu.

Sementara jauh-jauh hari, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengimbau agar masyarakat tenang menghadapi musim penghujan. "Kita imbau kepada seluruh masyarakat tenang, karena kedepanya curah hujan akan tinggi, tapi tak perlu panik," katanya saat meninjau langsung lokasi banjir di Kampung Pulo, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Senin 31 Oktober 2011.

Masyarakat juga diimbau melakukan koordinasi kepada pemerintah, baik pusat dan kota jika terjadi banjir. "Selama ada kerjasama dengan pemerintah kota atau  dalam menanggulangi tanggap darurat. Solusi kedepan itu adalah tugas bersama," katanya.