PT KAI belum hitung kerugian akibat tiket palsu

Kamis, 10 Nov 2011 - 00:00 WIB
PT Kereta Api Indonesia (KAI) hingga saat ini belum merinci berapa kerugian yang ditimbulkan akibat pemalsuan tiket. Berapa jumlah peredaran tiket palsu juga belum diketahui.

Meski belum diketahui, pihaknya akan memperketat pemeriksaan penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) commuter line Jabodetabek, termasuk melakukan operasi secara serentak.

"Sulit untuk menghitung kerugiannya, karena kita tidak tahu berapa jumlah penumpang yang mengunakan tiket maupun KTB (Kartu Tanda Berlangganan) palsu," ujar Kepala Humas PT KAI Daerah Operasi I, Mateta Rizalulhaq, Jakarta, Rabu, 9 November 2011.

Langkah ini dilakukan dengan mengecek tiket seluruh penumpang sebelum masuk ke dalam stasiun apakah palsu atau tidak. Berdasarkan operasi hari Selasa 8 November, pihaknya menemukan penumpang yang menggunakan tiket palsu.

"Kita tangkap dan kita proses secara hukum dan yang berwenang menentukan pasalnya adalah pihak kepolisian," tukasnya.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Stasiun Depok Baru Gatot Nur Setiadi mengatakan telah melakukan pemeriksaan di Stasiun Depok baru terhadap kartu (tiket) berlangganan maupun tiket biasa.

Hasilnya, pun sama ditemukan penumpang menggunakan tiket palsu. "Ada dua kasus, yang pertama scan sendiri katanya pengakuan dia, yang kedua ada indikasi memang sindikat, tapi masih kita periksa di kantor, sementara masih di stasiun," tandas Gatot.

Labih lanjut dikatakan, operasi ini terus dilakukan hingga Stasiun Bogor, dan Depok Lama. "Mungkin besok akan mobile ke stasiun berikutnya, semua tiket kita periksa, ini kami lakukan dalam rangka penertiban penumpang," terangnya.

Sementara itu, rencanaya pada akhir tahun 2011, perjalanan kereta api commuter line Jabodetabek akan disederhanakan, dari sebelumnya 37 rute, menjadi hanya 6 rute. Perubahan ini mengikuti beroperasinya jalur melingkar kereta.

"Akan beroperasi Desember, November uji coba sebanyak tiga kali," kata Makmur Syaheran, kata Sekretaris Perusahaan PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), Makmur Syaheran, beberapa waktu lalu.

Dijelaskan, dua rute diantaranya melayani rute Bogor-Jakarta Kota. Lanjutnya, rute pertama melintas Bogor-Manggarai-Tanah Abang-Duri-Kampung Bandan-Jakarta Kota-Jatinegara. Rute kedua melayani, Bogor-Depok-Manggarai-Jakarta Kota.

Untuk empat rute lainnya melintasi wilayah Parung Panjang, Tangerang, Bekasi dan Tanjung Priok. Rute ketiga melalui Parung Panjang-Serpong-Tanah Abang. Untuk rute keempat, jalurnya adalah Tangerang-Duri.

Rute lima adalah Bekasi-Jatinegara-Manggarai-Jakarta Kota. Terakhir, rute enam melintasi Tanjung Priok-Jakarta Kota. "Dulunya jarak antar kereta 15 menit, dengan perubahan commuter line jadi 10 menit, nantinya kalau jalur melingkar efektif headway jadi 8 menit," pungkasnya.