Rhoma Irama Tolak Jadi Saksi Ahli Sidang Praperadilan Habib Rizieq

Jumat, 8 Jan 2021 - 00:00 WIB

Kuasa hukum Habib Rizieq Shihab, Alamsyah Hanafiah, menyebut bahwa Rhoma Irama akan menjadi salah satu saksi ahli dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Rencananya, Rhoma Irama akan menjadi saksi ahli terkait pelaksanaan Maulid Nabi lantaran dianggap biasa melakukan ceramah dan berdakwah di hadapan publik.

Sayangnya, Rhoma Irama memilih untuk menolak hal tersebut. Bahkan menurut tim Rhoma Irama Official, sang raja dangdut menganggap bahwa dirinya tidak memiliki kapasitas untuk menjadi saksi ahli.

Penampilan Pertama Kali Rhoma Irama di Panggung Indonesian Idol

"Jadi pak Alamsyah SMS bang Haji terkait itu. Rhoma tidak menjawab. Dalam hal ini, beliau coba menelepon balik pak Alamsyah tapi tidak terangkat, belum tersambung," ungkap Bima, selaku Managing Team Rhoma Irama Official, saat dihubungi wartawan.

"Akhirnya beliau telepon saya, untuk disampaikan kepada teman media, bahwa beliau tidak dalam kapasitas untuk menjadi saksi ahli," sambungnya.

Sementara itu, menurut Rhoma banyak alim ulama yang lebih berhak untuk menjadi saksi ahli dalam sidang tersebut. Kecuali, jika yang dibutuhkan ialah seseorang yang paham dengan dunia musik.

"Karena banyak alim ulama yang (bisa) untuk menjadi saksi ahli, Tidak cukup sekadar beliau, ulama-ulama lain juga perlu gitu," jelas Bima.

"Kecuali kata beliau kalau bicara soal musik. Kapasitas beliau ada di situ. Bukan kapasitas beliau menjadi saksi ahli," tandasnya.

Sebagaimana diketahui, kuasa hukum Habib Rizieq menyebut bahwa dirinya sudah menghubungi Rhoma Irama terkait kesediaannya untuk menjadi saksi ahli dalam sidang tersebut. Terpilihnya Rhoma Irama sebagai saksi ahli, lantaran pria 74 tahun itu kerap berdakwah untuk mengisi acara Maulid Nabi.

"Iya nanti, rencananya kalau sempat nanti ahli Maulid Nabi itu Rhoma Irama saja, biasa berceramah beliau dan biasa berdakwah," ujar pengacara Habib Rizieq, Alamsyah Hanafiah.

"Saya sudah hubungin beliau cuma kalau tidak bentrok dengan acaranya dia bisa, tapi tidak keluar (pembahasanya) dari Maulid Nabi. Ini kan apakah Maulid Nabi melanggar hukum pidana kan gitu, ini kan tindak pidana acara maulid, dari zaman ke zaman kan baru ini saja (Maulid Nabi dianggap melanggar pidana)," timpalnya