Happy Asmara Rilis Video Klip Kebal Kelaran Dijamin Bikin Ambyar!

Senin, 17 Peb 2020 - 00:00 WIB

Happy Rismanda Hendranata atau yang lebih dikenal dengan Happy Asmara sempat nekat untuk beralih dari genre musik pop dan memilih bergelut dalam genre musik dangdut. Penyanyi dangdut kelahiran Kediri ini baru saja merilis musik video klip yang berjudul ‘Kebal Kelaran’ pada 15 Februari 2020 kemarin dan sudah ditonton lebih dari 200 ribu kali.

“Kowe mundur aku ora popo mergo ati iki wes kebal mbok larani” (kamu mundur, aku tidak masalah karena hati ini sudah kebal engkau sakiti) tulis biduan cantik tersebut pada deskripsi video klipnya di YouTube Channel miliknya ‘Happy Asmara Music’

Bahkan beberapa saat lalu, Happy sempat mempromosikan video klipnya dengan mengunggah sedikit cuplikan dari video klip dalam instagram pribadinya @Happy_Asmara77 dimana Happy menangis bersedih lantaran patah hatinya. Happy bersedih karena dirinya ditinggal oleh kekasihnya yang harus memilih orang lain dan meninggalkan dia. Akting Happy pun sangat menyentuh, bahkan ia mengeluarkan air matanya ‘AYO NANGIS BARENG’ tulis pelantun ‘Dalan Liyane’ pada caption.

“Kowe milih aku, opo milih dee (kamu pilih aku apa dia?),” ujar Happy Asmara dengan menangis tersendu.

“Sepurane kalo dikongkon milih aku gak isok, aku bakal milih dee soale dee pacarku (maaf kalau disuruh milih aku gabisa karena dia pacarku),” jawab pria yang menjadi lawan main di video klip itu.

“Terus nyapo kowe ra ngomong teko awal Vin, saiki aku mulai sayang karo awakmu, dan kowe ninggalno aku ha (terus kenapa kamu gak bilang dari awal vin, sekarang aku mulai sayang sama kamu, kamu ninggalin aku),” seru Happy.

Unggahan Happy Asmara pun langsung menuai beragam komentar dari warganet. Banyak yang turut baper dengan akting Happy, ada pula yang ikut menangis melihatnya. Hingga ada yang memuji paras Happy tetap cantik walaupun menangis.

Diakhir postingan cuplikan music video yang diunggah Happy Asmara, ia juga menyelipkan doa agar musiknya dapat diterima oleh semua kalangan mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Dan juga ia menambahkan bahwa ia hanyalah orang amatiran yang mencoba untuk menjunjung tinggi budaya dan bahasa Jawa.

“Semoga bisa di terima di semua kalangan masyarakat. Karya dari anak bangsa amatiran. Yang berusaha menjunjung tinggi budaya jawa dengan melestarikan Bahasa dan menumpahkannya dalam suatu karya musik sederhana” tutupnya.