Disamakan dengan Pelacur oleh Jerinx 'SID', Ini Curhatan Via Vallen
Tuesday, 13 November 2018
Disamakan dengan Pelacur oleh Jerinx 'SID', Ini Curhatan Via Vallen

JAKARTA – Perseteruan pedangdut Via Vallen dan salah satu personel grup band Superman Is Dead (SID), Jerinx tak hanya mengenai lagu saja. Via pun nampaknya dibuat sakit hati dengan umpatan yang dilontarkan oleh Jerinx di salah satu cuwitannya di Twitter.

 

Dalam statusnya itu, Jerinx menyamakan pedangdut 27 tahun tersebut dengan seorang wanita murahan. Hal tersebut lantaran Via dinilai meraup keuntungan dari lagu yang diciptakan oleh Superman is Dead berjudul Sunset di Tanah Anarki.

“Exectly, but then again, money is not my objective. Anyone can cover it (Tepat sekali, tetapi sekali lagi uang bukan tujuan saya. siapa pun bisa meng-cover lagu itu) selama dilakukan dengan itikad baik bagi sejarah, sesama dan masa depan bangsa. Jika hanya untuk perkaya diri, then she’s no different than a fuck*ing who*e (dia tidak berbeda dengan seorang pelacur),” tulis Jerinx beberapa hari lalu.

Via Vallen

Tak tinggal diam, Via pun membuat sebuah tulisan panjang yang mengklarifikasi tudingan tersebut. Di akhir unggahannya pun, Via mengatakan tak terima disamakan dengan perkataan seperti itu. Hal itu kemudian membuat pemilik nama lengkap Maulidya Octavia ini enggan untuk bertemu langsung dengan Jerinx.

“Jangankan saya, seorang pel*cur dibilang pel*cur saja pasti enggak terima apalagi saya yang bukan pel*cur? Bagaimana perasaan saya? Apalagi perasaaan orang yang telah melahirkan saya?,” tulis Via di unggahannya seperti dikutip Okezone dari Instagram.

Via Vallen

Tak hanya mementingkan perasaannya, Via pun memikirkan bagaimana hati sang ibu saat mendengar putrinya disebut tak berbeda dengan wanita murahan. Pedangdut yang dinilai memiliki kesamaan wajah dengan penyanyi Isyana Sarasvati ini juga mencoba untuk membuka pikirian Jerinx.

“Ibu mana yang terima anaknya disamakan dengan pel*cur? Jadi, apakah saya salah jika saya tidak mau mengklarifikasi face to face dengan orang yang sudah menyamakan saya dengan pel*cur?” lanjut wanita kelahiran Surabaya, 1 Oktober 1991 ini.

 

“Coba dibalik, kalau adik perempuan atau kakak perempuan atau ibu anda dibilang pel*cur apakah anda terima? Hargailah perempuan, karena yang melahirkan anda adalah perempuan, sekali lagi jika menurut kalian tindakan saya ini salah, saya mohon maaf,” tandasnya.

(okezone/LID)