Meledak, Netizen Pertanyakan Hak Cipta Lagu Sayang Via Vallen
Wednesday, 03 January 2018
Meledak, Netizen Pertanyakan Hak Cipta Lagu Sayang Via Vallen

JAKARTA - Nama Via Vallen mendadak menjadi perbincangan hangat publik usai single Sayang yang dirilis 2017. Meledaknya Sayang di pasaran membuat tingkat popularitas Via di industri musik dangdut Tanah Air kian melesat pesat. Sejumlah penghargaan pun sempat diraih berkat tembang tersebut.

Sayangnya, lagu hits tersebut justru tersandung isu plagiat. Keseluruhan instrument Sayang dianggap menjiplak salah satu lagu populer Jepang, Kiroro yang dinyanyikan oleh Mirai E. Kabar ini pun sebetulnya sudah berhembus sejak lama tapi kembali menjadi perbincangan hangat para netizen baru-baru ini.

Tak mau terus menimbulkan spekulasi, duo dangdut hiphop asal Yogyakarta, NDX AKA yang ikut mempopulerkan Sayang akhirnya angkat suara. Menurut salah seorang personel, Yonanda, lagu yang sempat merajai tangga lagu dimana-mana itu memang menyadur dari Kiroro.

Lagu tersebut didaur ulang oleh musisi lokal Anton Obama dengan mengubah lirik bahasa Jepang menjadi versi bahasa Jawa. Kemudian NDX AKA menambahkan bagian rap untuk mempercantik lagu.

"Jadi ceritanya itu lagu Jepang, Kiroro. Itu dibahasa jawa kan sama bapak ANton Obama tapi tanpa rapnya. Terus kita bawakan lagu itu. Kita tambahkan rap-nya tiga bagian, nah itu meledak," jelas Yonanda beberapa waktu lalu saat bertandang ke MNC Studios Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

"Terus di-cover sama Via Vallen, jadi makin meledak lagi. Jadi itu punya Anton Obama dan NDX AKA," sambungnya.

Sementara itu, ada salah seorang netizen yang mencoba membandingkan lagu Kiroro dan Sayang. Video yang diunggah di Youtube sejak 17 Mei 2017 itu pun langsung dibanjiri beragam komentar.

Meskipun tahu bahwa Sayang merupakan daur ulang, sebagian dari netizen masih mempertanyakan soal hak cipta lagu. Banyak yang bertanya-tanya apakah Via beserta tim sudah mengantongi izin penyanyi aslinya atau tidak.

"Kamu baru tahu? Ini lagu Jepang sudah sejak 2000-an. Menurut saya ini cuma recycle aja, ganti lirik pakai bahasa Indonesia, seperti lagu dangdut pada umumnya yang ambil dari lagu-lagu India. Tapi soal ijin dr pencipta yang asli, kurang tahu deh," ujar salah satu netizen.

(okezone/edh)