Bedanya Audisi KDI 2018 di Bandung dan Daerah Lain
Monday, 09 July 2018
Bedanya Audisi KDI 2018 di Bandung dan Daerah Lain

BANDUNG - Audisi Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2018 di Kota Bandung memasuki hari kedua pada Minggu (8/7/2018). Audisi digelar di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) sejak pagi dan diperkirakan baru tuntas nanti malam.

Bandung sendiri merupakan kota keenam yang menggelar audisi KDI. Tapi, ada yang membedakan audisi di Bandung dibanding daerah lain.

 

Manajer Produksi MNCTV Wilyan Gustafirin mengatakan dalam dua hari ini ada lebih dari 1.000 orang yang mengikuti audisi. Mereka berjuang keras agar bisa mendapat kesempatan lolos ke babak berikutnya.

"Kalau kita melihat jumlah, mungkin Bandung ini nomor dua atau tiga terbanyak pesertanya setelah Palembang dan Medan. Tapi, secara kualitas, (peserta) di Bandung atau Jabar pada umumnya lebih baik, orang-orangnya memiliki suara lebih bagus," kata Wilyan.

Proses audisi sendiri melalui tiga proses penjurian, yaitu pra audisi (jupra), penjurian audisi (jupri), dan penjurian final (jurnal). Para dewan juri final pun mengungkap harapannya.

"Harapan dari kami Bandung ini akan menghasilkan calon bintang yang berkualitas, mempunya karakter yang kuat, didukung dengan attitude yang baik," kata Benigno Aquino.

Ikke Nurjanah mengatakan Bandung memiliki ciri khas peserta. Banyak di antara mereka yang memiliki kecantikan dan ketampanan. Tapi, hal itu harus disertai oleh modal lain. "Untuk para peserta jangan grogi dan harus percaya diri," ucapnya.

Gita KDI mengungkap harapannya. Sebagai alumni KDI yang berasal dari Kota Bandung, ia berharap ada penerusnya yang berasal dari Bandung.

 

"Pengin banget ada wakil kembali menjadi calon bintang dari sini. Jadi untuk para peserta jangan ragu untuk menampilkan yang terbaik," tutur Gita.

Sementara itu, pantauan Okezone, para peserta sudah ramai sejak pagi. Mereka tampak antusias mengikuti semua proses audisi. Bahkan, banyak para peserta yang tampil 'hebring' demi memikat para dewan juri.

(okezone/edh)